KRIPTOGRAFI

A.  Pengertian Kriptografi

            Secara etimologis, kriptografi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu crypto dan graphia. Crypto diartikan sebagai “rahasia”, sedangkan Graphia berarti “tulisan”. Sehingga, kriptografi dapat diartikan sebagai tulisan yang bersifat rahasia.

            Dalam hal ini, pengertian lain dari kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajari atau berfokus pada berbagai teknik matematika yang berhubungan dengan keamanan informasi (otentikasi dan kerahasiaan).

            Cara melakukan teknik kriptografi ialah pengirim pesan akan mengatur sandi pada pesan awal yang nantinya menjadi kode dan hanya bisa dibaca oleh penerima pesan tersebut. Kemudian, penerima pesan akan mengembalikan kode-kode yang didapatkan menjadi pesan asli.

            Enkripsi adalah proses penyembunyian sebuah data pesan, dengan cara mengubah plaintext menjadi ciphertext. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yang berarti bertujuan untuk memahami pesan yang ada agar dapat dibaca oleh user dengan baik.

        DES (Data Encryption Standard) merupakan algoritma cipher block yang termasuk kedalam sistem kriptografi simetri. DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsi 64 bit plaintext menjadi 64 bit ciphertext dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key).

B. Enkripsi Simetris dan Asimetris 

                Chiper merupakan teknologi untuk enkripsi dan deskripsi data. Dimana teknik kriptografi untuk enkripsi data ada dua macam, antara lain :    

1. Enkripsi simetris

                Enkripsi simetris adalah enkripsi yang menggunakan satu keyword yang sama untuk mengenkripsi plain text dan mendekripsi cipher text. Keyword yang digunakan dapat berupa angka, kata-kata atau sekumpulan karakter acak. Penerima informasi dan pengirim akan memegang keyword yang sama untuk proses pertukaran data di dalam jaringan komputer.

                Enkripsi Simetris dapat juga di katakan algoritma simetris atau sering disebut algoritma kriptografi konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci yang sama untuk proses enkripsi dan proses deskripsi. Algoritma kriptografi simetris dibagi menjadi dua kategori yaitu algoritma aliran (Stream Ciphers) dan algoritma blok (Block Ciphers). Dimana pada algoritma aliran, proses penyandiannya akan beriorientasi pada satu bit/byte data. Sedangkan pada algoritma blok, proses penyandiannya berorientasi pada sekumpulan bit/byte data (per blok). Adapun contoh algoritma kunci simetris adalah DES (Data Encryption Standard), Blowfish, Twofish, MARS, IDEA, 3DES (DES diaplikasikan 3 kali), AES(Advanced Encryption Standard) yang bernama asli Rijndael. 

2. Enkripsi Asimetris

                Enkripsi asimetris menggunakan dua kunci untuk enkripsi dan dekripsi. Dua kunci ini disebut kunci pribadi dan kunci publik. Ini menggunakan kunci publik untuk enkripsi dan kunci pribadi untuk dekripsi. Kunci publik tersedia untuk pihak yang ingin mengirim pesan. Kunci pribadi milik pemilik pesan. Pesan yang dienkripsi oleh kunci publik dan algoritma enkripsi dapat didekripsi menggunakan algoritma dekripsi dan kunci pribadi yang cocok dari kunci publik yang sesuai.

                Secara keseluruhan, enkripsi asimetris memberikan lebih banyak keamanan data. Di sisi lain, keterlibatan dua kunci membuat enkripsi asimetris memakan waktu dan lebih kompleks. Algoritma Diffie-Hellman dan RSA adalah beberapa algoritma Enkripsi Asimetris yang umum.

C. Teknik Dasar Kriptografi 

>> Subtitusi 

                Subtitusi merupakan metode yang digunakan dengan mengganti kata teks yang asli dengan teks yang disandikan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan. Misalkan :  A = S. 



>> Blocking

                Blocking merupakan teknik mengubah pesan dengan membagi karakter pesan ke dalam blok baris dan kolom yang mana pesannya ditulis secara vertikal dan hasilnya berupa teks sandi yang dibacakan secara horizontal


>> Permutasi 

                Permutasi merupakan metode dengan teknik memindahkan atau merotasikan karakter dengan aturan tertentu. Pada teknik permutasi identitas karakternya tetap, namun posisinya yang diacak. Sebelum dilakukan permutasi, plain text terlebih dahulu dibagi menjadi blokblok dengan panjang yang sama. 


>> Ekspansi

                    Ekspansi merupakan suatu metode sederhana untuk mengacak pesan adalah dengan memelarkan pesan itu dengan aturan tertentu.  Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran “an”. Jika suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan akhiran “i”.


>> Pemampatan
                Pemampatan merupakan metode yang mengurangi panjang teks atau jumlah bloknya dengan cara lain untuk menyembunyikan isi teks. Contoh sederhana ini menggunakan cara menghilangkan setiap karakter kedua secara berurutan. Karakterkarakter yang dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai "lampiran" dari pesan utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini digunakan "&".


Note. Block Cipher adalah algoritma enkripsi yang akan membagi-bagi plaintext yang akan dikirimkan dengan ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t, dan setiap blok dienkripsi dengan menggunakan kunci yang sama.


Komentar